https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/issue/feedJurnal Man-anaa2025-12-24T06:15:56+00:00Maulana Iskandariskandarmaulana913@gmail.comOpen Journal Systems<p>The Man-Ana Journal is an open journal that contains research articles that focus on the study of Islamic Religious Education. Man-Ana Journal is a scientific journal published by the Islamic Religious Education Study Program at Mulia Astuti Wonogiri College. This journal aims to provide a scientific forum that accommodates the latest research according to its focus and coverage in the areas of Islamic Education, Learning Strategies, Islamic Education Curriculum, Islamic Education Policy, Learning Evaluation, Islamic Education Philosophy.</p> <p> The Man-Ana Journal is regularly published twice a year, namely in June and December<br />ISSN (International Standard Serial Number) for Man-Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam<br />P-ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3090-3254">3090-3254</a> (Print)<br />E-ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3090-3033">3090-3033</a> (Online)</p>https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/430Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Model Teams Games Tournament Di Sekolah Kejuruan2025-10-23T02:21:36+00:00Muhammad Shalehshaleh@stai-barru.ac.idMuh Ilham Nur Haslinilham@stai-barru.ac.idNahrul Hayatnahrulhyat20@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran <em>Teams Games Tournament</em> (TGT) dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah kejuruan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya partisipasi dan semangat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa SMK Negeri 2 Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, kompetitif, dan menyenangkan. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, serta menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi dan hasil belajar. Selain itu, model ini juga efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai akhlakul karimah seperti tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas. Kesimpulannya, inovasi pembelajaran melalui model TGT terbukti relevan dan efektif diterapkan pada konteks sekolah kejuruan karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang dalam proses pembelajaran PAI.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaahttps://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/445Dasa Dharma Pramuka dalam Perspektif Al-Qur'an: Studi Analisis Tematis2025-10-28T02:52:24+00:00Yusuf Rendi Wibowoyusufrendipgmi16@gmail.com<p>Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia melalui internalisasi nilai-nilai moral dan sosial yang tertuang dalam Dasa Dharma. Namun, dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam kegiatan kepramukaan belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan nilai-nilai dalam Dasa Dharma Pramuka dengan ajaran Al-Qur’an melalui pendekatan epistemologi Islam yang mencakup tiga dimensi: bayani (tekstual), burhani (rasional), dan irfani (spiritual). Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis isi dan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap teks Dasa Dharma dan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap butir Dasa Dharma memiliki landasan normatif dalam Al-Qur’an, yang mencerminkan nilai ketakwaan, tanggung jawab, musyawarah, keikhlasan, dan kesucian moral. Analisis burhani menegaskan relevansi nilai-nilai tersebut dalam pembentukan karakter rasional dan etis di era modern, sedangkan analisis irfani menyoroti transformasi spiritual yang dapat dicapai melalui penghayatan nilai-nilai kepramukaan. Kesimpulannya, paradigma nilai kepramukaan Islami merupakan bentuk integrasi harmonis antara ajaran Islam dan prinsip kepramukaan yang melahirkan model pendidikan karakter holistik menyatukan dimensi spiritual, intelektual, dan moral dalam satu kerangka pembinaan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaahttps://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/492Integrating Maqasid al-Shari'ah with National Regulations in an Australian Islamic Centre College 2025-12-09T03:06:14+00:00Azzahra Sindhi Latifazaraslatifa@gmail.comDella Rahmayaniimdellarahmaaa@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis bagaimana Australian Islamic Centre College (AICC) mengintegrasikan prinsip-prinsip maqasid al syariah ke dalam tata kelola keselamatannya. Kajian ini menelaah lima dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan peserta didik, yaitu First Aid, Distributing Medicine, Anaphylaxis Management, Occupational Health and Safety, dan Child Safe Program. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen yang sistematis, penelitian ini mengevaluasi bagaimana kebijakan tersebut mencerminkan tujuan maqasid, yaitu perlindungan jiwa, akal, agama, keturunan, dan harta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa First Aid berfungsi sebagai mekanisme utama hifz al nafs melalui prosedur darurat dan pelatihan staf. Distributing Medicine mendukung hifz al nafs dan hifz al aql melalui pengaturan pemberian obat yang aman. Anaphylaxis Management memperkuat hifz al nafs melalui identifikasi risiko dan kesiapsiagaan. Occupational Health and Safety mendukung hifz al mal dan hifz al nafs melalui pemeliharaan fasilitas. Child Safe Program mencerminkan hifz al nasl dan hifz al din dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan etis. Penelitian ini menawarkan model penyelarasan nilai Islam dengan regulasi nasional.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaahttps://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/496Analisis Kualitatif Deskriptif Terhadap Integrasi AI Dalam Kurikulum PAI Pasca Kurikulum Merdeka 2025-12-13T06:38:17+00:00Deden Dedendeanisda371102@gmail.com<p><em>This study analyzes the integration of artificial intelligence (AI) in the Islamic Religious Education (PAI) curriculum in the post-implementation context of the Independent Curriculum at MTs Sunanul Huda Natar. The research background is based on the urgency of utilizing digital technology in religious learning to improve literacy competencies, creativity, and personalized student learning. This study aims to describe the form of AI integration in PAI learning, identify supporting and inhibiting factors, and explain the level of madrasah readiness in adapting technology-based curriculum innovations. The study used a qualitative descriptive approach through interviews, observations, and documentation. The results show that the use of AI in PAI learning has been carried out in the preparation of materials, assessment development, and provision of learning enrichment, but its application is still limited to simple features. Teacher competency factors, the availability of technological facilities, and policies have a significant influence on the level of AI integration. The study concludes that AI integration has great potential to improve the quality of PAI learning, but still requires further training, technical assistance, and more operational policy arrangements.</em></p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaahttps://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/498Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Selikuran Di Keraton Surakarta Hadiningrat2025-12-10T05:59:03+00:00Muti'ah Nuha Mumtazahmutiahnuhamumtazah21@gmail.comKi Awang Pijar Pembayunpambyn88@gmail.comRana Inas Zahira ranainas71@gmail.comIntan Marhenisaputri Novitasari Intanmarhenisa@gmail.comRohim Habibi rohimhabibi@iaiamc.ac.id<p>Tradisi Selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya yang sarat nilai keagamaan dan simbolik, sekaligus menjadi media pendidikan Islam berbasis budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik tradisi Selikuran dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam dalam masyarakat Jawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan KRT Subroto Panukmo Purwanagoro dan telaah literatur ilmiah terkait. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi, mulai dari kirab makanan, penyajian gunungan, tahlilan di tiga lokasi, hingga iringan Hadrah Suwaren, mengandung makna simbolik yang menanamkan nilai-nilai Islam seperti syukur, sedekah, kesetaraan, keteladanan, dan ketawaduan. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang efektif, mengajarkan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui pengalaman langsung masyarakat. Selain itu, Selikuran memperkuat identitas keagamaan dan budaya lokal secara berkelanjutan. Kesimpulannya, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarana pembelajaran Islam kontekstual yang relevan dan dapat diterapkan secara berkesinambungan di masyarakat Jawa.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaahttps://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/man-anaa/article/view/507Implementasi Nilai Karakter Religius Melalui Program Keagamaan2025-12-17T03:49:09+00:00Isnaini Khoirotun Ni'mahisnainikhoirotun24@gmail.comAchmad Roziqinisnainikhoirotun24@gmail.comImam Mahdiisnainikhoirotun24@gmail.comJa’far Shodiqisnainikhoirotun24@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi nilai karakter religius melalui program kegiatan keagamaan di MTs Mamba’ul Ulum Lubuk Makmur sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter religius guna melindungi siswa dari perilaku negatif terutama perundungan dengan melaksanakan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTs Mamba’ul Ulum Lubuk Makmur memiliki tiga program keagamaan utama yakni kegiatan shalat Dhuha dan Dzuhur berjamaah serta program pendampingan gerakan dan bacaan sholat. Program keagamaan memberikan efektivitas terhadap karakter keagamaan siswa, terbukti dari hasil observasi dan penilaian dewan guru dan kepala sekolah bahwa siswa di MTs Mamba’ul Ulum Lubuk Makmur memiliki karakter keagamaan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum program keagamaan tersebut dilaksanakan. Faktor pendukung penerapan nilai karakter meliputi pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, serta dukungan dari orang tua siswa. Sedangkan faktor penghambat dalam penerapannya meliputi lingkungan rumah yang kurang mendukung, kondisi kemarau yang menyebabkan kurangnya ketersediaan air, dan pengaruh buruk media sosial.</p>2025-12-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Man-anaa