Jurnal Al-Istishna https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna <p>Jurnal Al-Istishna adalah jurnal Akademik yang diterbitkan oleh Prgram Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri. Jurnal Al-Istishna sebagai media publikasi karya ilmiah hasil penelitian yang berkaitan dengan Ekonomi Islam. Jurnal Al-istisnha menerima artikel di bidang Studi Ekonomi Islam yang harapannya artikel-artikel ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik ekonomi Islam di Indonesia maupun global.</p> en-US alistishnastaimas@gmail.com (Jurnal Al-Istishna: Jurnal Ekonomi Syariah) alistishnastaimas@gmail.com (Al-Istishna Jurnal Ekonomi Syariah) Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemikiran Ekonomi Islam Abad V Hijriah: Analisis Komparatif Ibnu Maskawaih, Al-Mawardi, Al-Ghazali, dan Ibnu Hazm https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/513 <p>Pemikiran ekonomi Islam pada abad V Hijriah (XI Masehi) merupakan fase penting dalam perkembangan intelektual Islam yang menempatkan aktivitas ekonomi dalam kerangka etika, hukum, dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dan integratif pemikiran ekonomi Ibnu Maskawaih, Al-Mawardi, Al-Ghazali, dan Ibnu Hazm serta relevansinya terhadap tantangan ekonomi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap karya-karya klasik dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Maskawaih menekankan pembentukan akhlak sebagai fondasi perilaku ekonomi; Al-Mawardi menegaskan peran negara dalam menjamin keadilan distribusi dan kesejahteraan publik; Al-Ghazali mengaitkan aktivitas ekonomi dengan niat, integritas moral, dan keberkahan; sedangkan Ibnu Hazm menyoroti pentingnya konteks sosial dan budaya dalam penerapan prinsip ekonomi Islam. Sintesis pemikiran keempat tokoh tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Islam bersifat holistik, mengintegrasikan dimensi etika, sosial, spiritual, dan institusional. Temuan ini menegaskan relevansi pemikiran ekonomi Islam klasik sebagai landasan konseptual dalam membangun sistem ekonomi yang adil, beretika, dan berkelanjutan di era kontemporer.</p> ASDAR NASIP Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Istishna https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/513 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 Analisis Konten Fatwa DSN-MUI Tentang Murabahah Dan Implementasinya Di Lembaga Keuangan Syariah https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/421 <p>Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang murabahah memiliki peran strategis dalam membentuk kerangka normatif transaksi pembiayaan di lembaga keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan substansi Fatwa DSN-MUI tentang Murabahah sejak tahun 2000 hingga 2022 serta mengevaluasi implementasinya dalam praktik lembaga keuangan syariah di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap dokumen fatwa dan literatur pendukung, kemudian dibandingkan dengan praktik produk pembiayaan murabahah pada perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa-fatwa DSN-MUI mengalami perkembangan yang signifikan, mulai dari pengaturan mekanisme dasar transaksi, uang muka, diskon, penyelesaian piutang, konversi akad, metode pengakuan keuntungan, hingga pelunasan sebelum jatuh tempo. Fatwa tersebut memberikan landasan hukum yang komprehensif sekaligus ruang fleksibilitas bagi inovasi produk keuangan. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan tantangan, terutama terkait aspek kepemilikan barang sebelum akad, penggunaan wakalah, serta persepsi publik terhadap metode pengakuan margin yang dinilai mendekati sistem konvensional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan syariah, peningkatan tata kelola, dan edukasi berkelanjutan guna memastikan kesesuaian praktik murabahah dengan prinsip-prinsip syariah secara substantif.</p> AFORISMA MULAUDDIN, Atep Hendang Waluya, Muhammad Reza Prima Matondang Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Istishna https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/421 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 Apakah Kelangkaan Nyata Atau Relatif? Scarcity Dalam Pandangan Ekonomi Islam Dan Filsafat Relativisme https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/524 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang konsep kelangkaan (<em>scarcity</em>) yang selama ini diterima sebagai asumsi dasar dan universal dalam teori ekonomi konvensional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode <em>systematic literature review</em>, penelitian ini menganalisis konsep kelangkaan dari perspektif ekonomi klasik, relativisme filosofis, psikologi persepsi, serta ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelangkaan tidak sepenuhnya bersifat objektif dan ontologis, melainkan bersifat relatif dan kontekstual, bergantung pada kerangka penilaian manusia terhadap kebutuhan, nilai, dan distribusi sumber daya. Dalam kerangka relativisme, kelangkaan dipahami sebagai konstruksi pemaknaan yang lahir dari relasi antara subjek, sistem ekonomi, dan struktur sosial, bukan sebagai hukum alam yang mutlak. Perspektif ekonomi Islam memperkuat kritik ini dengan memandang sumber daya sebagai karunia Allah yang pada hakikatnya cukup, sementara kekurangan yang muncul lebih sering disebabkan oleh ketimpangan distribusi, keserakahan, dan ketidakadilan pengelolaan. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan mendasar antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional tidak hanya terletak pada instrumen kebijakan, tetapi pada landasan filosofis mengenai hakikat sumber daya dan kelangkaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan paradigma ekonomi alternatif yang menempatkan keadilan distribusi, etika, dan kesadaran relativitas sebagai fondasi analisis ekonomi</p> Nur Syam Mario Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Istishna https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/524 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 Epistemologi Green Marketing Berbasis Ekonomi Syariah https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/506 <p>Penelitian ini bertujuan merumuskan epistemologi green marketing berbasis ekonomi syariah dengan menelusuri struktur pengetahuan, sumber nilai, dan kerangka konseptual yang mendasarinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis isi terhadap literatur filsafat ilmu, ekonomi syariah, dan pemasaran hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi berfungsi sebagai fondasi ilmiah yang menjelaskan sumber, struktur, dan validitas pengetahuan green marketing, sementara ekonomi syariah menyediakan legitimasi normatif melalui prinsip khalifah, maslahah, amanah, dan tawazun. Integrasi keduanya menghasilkan konstruksi epistemologis yang menempatkan green marketing dalam tiga pilar utama: struktur keilmuan, nilai religius, dan implementasi keberlanjutan. Dengan demikian, green marketing tidak hanya dipahami sebagai strategi bisnis, tetapi sebagai disiplin pemasaran yang berorientasi pada tanggung jawab ekologis dan kemaslahatan publik. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model epistemologis green marketing yang terintegrasi dengan nilai syariah, sehingga memperkaya literatur ekonomi Islam sekaligus menawarkan arah konseptual bagi praktik pemasaran berkelanjutan di sektor bisnis modern.</p> nur buana amir, Rezki Ananda Putra, Otong Karyono, haslindah s Copyright (c) 2026 Jurnal Al-Istishna https://www.e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/al-istishna/article/view/506 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000